Buku luar biasa adalah karya seorang jurnalis asal Palestina. Di Timur Tengah, buku aslinya termasuk Best Seller, menempati urutan tertinggi penjualan di took-toko buku. Meski baru dirilis pertama kali pada tahun 2010, tetapi sudah mencapai revisi dan cetakan ke-10 per tahun 2015.

Buku ini merupakan respon penulis terhadap buku “100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Manusia” karya astrofisikawan Yahudi asal Amerika, Michael H. Hart. Penulis mengherankan sikap sebagian kaum Muslimin yang begitu gembira ketika Nabi Muhammad ditempatkan di urutan pertama dari 100 tokoh versinya. Seakan-akan itu adalah penemuan hebat bagi kaum Muslimin atau bahkan seolah-olah Rasulullah membutuhkan piagam penghormatan dan pengakuan dari Barat.

Menurutnya, euphoria dalam menyambut buku karya Hart tersebut lahir karena problem minimnya pengetahuan orang Islam sendiri terhadap sejarahnya, tokoh-tokohnya, serta betapa besar kontribusinya terhadap peradaban dan kemanusiaan secara umum. Karenanya, Penulis berinisiatif menulis buku tentang 100 tokoh di tengah -tengah umat Islam yang mengubah alur sejarah, sejak era para nabi hingga masa kini.

Dalam buku ini, Penulis juga mengajak pembaca untuk bertamasya seru dalam taman-taman sejarah peradaban manusia di berbagai penjuru dunia. Dari ujung timur di Jepang dan dari sisi barat di Chile, dari ujung utara di Swedia serta dari selatan di Afrika Selatan. Tokoh hebat dalam buku ini meliputi laki-laki, perempuan, panglima, prajurit, kelompok masyarakat, Arab maupun non-Arab, tokoh penemu, juga penyair sastra yang tenar maupun terlupakan.

Meskipun sebenarnya tokoh-tokoh hebat umat Islam tidak terbatas pada bilangan 100 saja, setidaknya penulis telah berusaha keras untuk memaparkan dengan memilih tokoh-tokoh teladan umat Islam tersebut dengan berbagai pertimbangan dan kriteria, di antaranya: murni dalam rangka meneliti sejarah, upaya pembelaan terhadap salah satu tokoh, atau bertujuan menolak kerancuan yang dilontarkan terhadap tokoh pahlawan Islam. Sebagai contoh kisah Zombie dan Kapten Jack Sparrow dan Barbarossa yang difilmkan Holywood dalam “Pirates of the Caribbean”, yang dianggap penulis sebagai pahlawan hebat umat Islam.

Dengan membaca sejarah hidup mereka, pembaca bias meneladani semangat perjuangan mereka dalam berkhidmat untuk umat Islam sekaligus kemanusiaan. Apalagi pada masa seperti sekarang; banjir idola, tetapi kering keteladanan. Semoga buku ini dapat melepas dahagakaum Muslimin terhadap keagungan sejarahnya sendiri agar mereka tahu siapa dan jasa-jasa besar Abu Bakar, Umar, Muhammad Al-Fatih, Sulaiman Al-Qanuni, dan lain-lain.


Dalam pendahuluannya Jihad At-Turbany mengatakan, “Sebagai bentuk sikap adil terhadap sejarah, saya menilai bahwa karya ilmuan Yahudi ini berisi banyak informasi berharga yang menunjukkan kapasitas penulis sebagai orang yang memiliki wawasan luas terhadap sejarah. Akan tetapi hal yang terlihat aneh adalah reaksi kaum muslimin terhadap buku ini. Mereka bangga karena Hart meletakkan nabi mereka Muhammad pada urutan pertama dalam daftar 100 orang berpengaruh tersebut. Seolah kita baru mengetahui (keagungan nabi) setelah sebelumnya tidak tau (perihal keagungan nabi). Seolah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam harus menunggu kesaksian dan penghormatan sejarawan Amerika itu. Padahal sebelumnya Allah -Tuhan Manusia- telah mempersaksikan keagungan dan ketinggian insaninya” .



Jihad melanjutkan, “Setelah cukup lama mengamati dan mempelajarinya, saya menyimpulkan bahwa kegembiraan kaum muslimin dalam menyambut buku ini (karya Hart) lahir karena problem kaum muslimin yang minim pengetahuan sejarah islam secara khusus dan sejarah kemanusiaan secara umum. Seandainya salah seorang diantara mereka yang tururut gembira dengan karya Prof teresebut membaca buku yang mereka sambut dengan penuh suka cita itu, niscaya mereka akan mendapati bahwa sang Profesor menyertakan nama-nama penjahat semisal Jengis Khan dan Hitler dalam 100 tokoh yang diawali dengan nama nabi kita Muhammad. Bahkan Hart dengan terang-terangan menyebut Budha -yang berada pada posisi ke empat- berhak untuk duduk diatas singgasana teratas dari para tokoh seandainya dia memiliki pengikut yang jumlahnya lebih banyak dari Muhammad”.


Apa yang di sebutkan penulis merupakan realita sebagian besar kaum muslimin saat ini. Banyak diantara mereka yang buta terhadap sejarah dan peradaban islam.


Pembaca mungkin masih ingat saat masih anak-anak dulu kita seolah dipaksa untuk mengidolakan tokoh-tokoh fiktif yang gagah beranai seperti Spider Man Super Man dll. Tokoh fiktif barat itu selalu diangkat da didentikkan dengan kepahlawanan dll. Sementara dari dunia timur -islam- juga diangkat tokoh-tokoh fiktif seperti Aladin , Sinbad dan Ali Baba dll yang identik dengan takhayul dan khurafat. Padahal tokoh-tokoh seperti Aladin dan yang lainnya tidak punya kaitan sama sekali dengan bangsa Arab, apalagi dengan Islam. Akan tetapi realita yang ada, anak-anak kaum muslimin tidur dengan kisah-kisah murahan itu. Sementara di ruang sejarah kita banyak dipenuhi tokoh-tokoh nyata yang sangat layak untuk dijadikan teladan.


Sudah saatnya anak-anak kaum muslimin bangga dengan tokoh-tokoh islam. Membaca sejarah hidup mereka, lalu berusaha meneladani semangat perjuangan mereka dalam berkhidmat untuk islam dan kemanusiaan. Disadari atau tidak, dunia saat ini dibanjiri idola namun kering keteladanan.




“Islam PERNAH memimpin peradaban saat Eropa hidup dalam kegelapan”


Mungkin sudah saatnya bagi kita untuk menghapus kata “PERNAH” dari kalimat diatas


Wallahu a’lam


Aan Chandra Talib El-Gharantaly

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s