Ingin Menghasilkan Keturunan yang Baik?

Abdullah bin Mubarok

dari dalam kantor pagi ini saya coba tuliskan hal-hal yang saya alami kemarin karna intinya dalam membiasakan menulis bukan hasil akhir tulisan kita yang kemudian menginspirasi banyak orang karna itu semua akan tercapai dengan membutuhkan banyak waktu untuk menuju tahap itu.

hal yang paling penting saat ini bagi saya bagaimana kita melawan diri kita, melawan nafsu kita untuk terus menulis hingga konsisten. karna bagi saya menulis merupakan tahap atau level selanjutnya dar membaca. jadi kita membaca, naik levelnya adalah menulis. nah sekarang proses membaca itu berpahala, sedangkan menulis merupakan bagian dan tahap selajutnya dari menulis.

jumat saya diberi jadwal mengisi di masjid jami’ alumm. sekedar sharing dan memberi nasihat dan juga bertemu dengan adik kelas yang sudah beberapa lama tidak bertemu. bagi saya ini moment besar, mengapa? karna dari sekian lama kita belajar dan menyerap ilmu kemudian mendapat ilmu yang lumayan. maka cara infaq bagi seorang pelajar adalah mengajarkannya kembali.

waktu itu saya siapkan materi yang sederhana namun memiliki banyak arti. saya sampaikan waktu itu tentang biografi dari seorang tabiut tabiin. karna tabiut tabiin merupakan golongan manusia terbaik yang rasulullah -salallahu alaihi wa sallam sebutkan dalam haditnya.

saya pilih waktu itu biografi dari Abdullah bin Mubarok, seorang ulama yang lahir dari orangtua yang sholeh dan tidak terlalu ambisi terhadap dunia. jadi ceritanya begini, Mubarok bapak dari Abdullah merupakan seorang penjaga kebun anggur. nah suatu hari, pemilik kebun minta di ambilkan sebuah anggur yang paling enak di kebunnya. setelah mubarok ini mengambilkan ternyata anggurnya tidak manis hingga diambilkan beberapa kali. akhirnya pemilik kebun ini berucap ” engkau telah lama menjada kebunku, mengapa kau tidak bisa membedakan anggur yang manis dengan yang tidak?” Mubarok Berkata “bagaimana aku tau sedangkan engaku belum memberikan ijin kepadaku”.

subhanallah Mubarok ini benar – benar mejaga dirinya agar tidak masuk barang sekecilpun dari yang haram kedalam dirinya. karena rasulullah salallahu alaihi was sallam bersabda “setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka api neraka yang pantas baginya (HR Ahmad).

dari seorang bapak yang soleh dan juga menjaga diri lahirlah seorang ulama hadits yang alim, terpercara, riwayat di terima, nasehat-nasehatnya mengena, dan juga terkenal dengan kedermwanannya. dialah Abdullah bin Mubarok, bahkan seorang ulama pernah mengatakan dalam kitab siyar a’lamin nubala’ bahwasanya kedudukan seorang Abdulloh bin Mubarok diantara para ahli hadits bagaikan seorang Amir ataupun sultan diantara para manusia.

ini menjadi nasehat bagi saya dan kita semua untuk terus membenah diri yang mana manfaatnya juga terhadap anak cucu kita. dan menghasilkan keturunan yang baik yang tentunya menjadi pahala yang akan terus mengalir untuk kita walau kita sudah wafat. ingin lebih detail mengetahui biografi seorang Abdullah bin Mubarok silakan klik disini

ada nilai penting yang pernah di sampaikan oleh Abdullah bin Mubarok ” jika dalam seseorang lebih banyak kebaikannya dari pada keburukannya maka jangan sebutkan keberukkannya, namun sebaliknya jika lebih banyak keburukannya dalam diri seseorang maka jangan sebut kebaikannya”

malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s