Sepotong Memori

kita sekarang berdiri di tengah bangunan yang gelap, dan kita berada dibawah lampu. masa itu seperti bangunan itu masa-masa yang bisa kita lihat, rasakan dan diingat. tapi walaupun dengan segala cara apapun kita tidak akan bisa kembali kemasa itu.

aku rindu…

rindu angin pantai yang menghepas pagar ma’had kemudian mengeringkan baju di jemuran kita. aku rindu air dan mandi belakang tandon di alam terbuka. aku rindu buah camplong, rindu rasa sakit menginjaknya.

aku rindu…

rindu pojok bangunan kelas kita dengan pemandangan sawah dan laut di kejauhan yang membawakan aroma positif pembangkit semangat. dan membuat kita tidak lupa siapa sang pencipta.

aku rindu…

rindu suara ustadz saat pelajaran dalam kelas yang damai, karna kalian tidur semua.

aku rindu…

rindu pelajaran bahasa inggris. saat kita semua datang dengan kostum yang berbeda. dengan barbel, catur, cangkul, sepeda dll

aku rindu…

rindu koperasi kita yang kotor dan jangan lupa kawan bayar utang kalian yang masih tersisa.

aku rindu…

rindu dengan manisnya susu dan roti maryam yang kita masak, kayu2 triplek, percikan api asap yang mengepul sahutan dan teriakan kalian kalau rotinya sudah matang.

dulu kita hanya bisa memasaknya. tapi hari ini kawan aku sudah bisa membuatnya sendiri. yang dulu kalian bertanya-tanya cara pembuatannya. nanti ketika bertemu kita akan sama-sama membuat roti maryam sambil menertawakan masa-masa indah kita.

kejarlah cita-cita kalian

dan jangan lupa kawan BERDOA agar kita bisa di pertemukan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s